Bagi pelamar guru, pertanyaan terbesar biasanya bukan lagi “kapan daftar”, melainkan apa yang terjadi setelah CAT BKN. Itu wajar, karena justru di seleksi tambahan guru PPPK Sekolah Rakyat 2026 inilah kompetisi bisa menjadi lebih spesifik. Portal SSCASN per 8 Juni 2026 menampilkan bahwa setelah hasil seleksi kompetensi CAT diumumkan pada 9 Juli 2026, peserta akan masuk ke fase seleksi kompetensi tambahan yang dijadwalkan pada 13–19 Juli 2026. Jadi, pelamar guru memang perlu menyiapkan dua lapis persiapan: CAT dan seleksi tambahan.
Untuk memahami isi seleksi tambahan, rujukan resmi paling jelas yang dapat diverifikasi dari Kemensos masih berasal dari pola rekrutmen guru Sekolah Rakyat 2025. Dalam berita resmi Kemensos tentang pembukaan lowongan guru, seleksi kompetensi tambahan disebut meliputi tes psikotes, tes kemampuan Bahasa Inggris, dan wawancara. Pola ini sangat mungkin dipakai lagi sebagai acuan belajar, meskipun detail teknis 2026 tetap harus dicek ulang di pengumuman resmi ketika jadwal seleksi tambahan diumumkan panitia.
Kenapa tiga komponen itu masuk akal? Karena guru Sekolah Rakyat tidak hanya dituntut mengajar. Guru juga harus siap bekerja di lingkungan berasrama, menghadapi peserta didik dari latar sosial ekonomi yang menantang, berkomunikasi dengan empati, memahami dinamika pengasuhan, dan tetap menjaga pembelajaran akademik yang bermutu. Itulah mengapa sejak 2025 Kemensos menekankan kemampuan Bahasa Inggris aktif, kesiapan berada di lingkungan sekolah berasrama, dan pentingnya seleksi tambahan untuk memperoleh guru terbaik. Di sisi lain, forum lintas kementerian juga berulang kali menegaskan pentingnya perlindungan anak dan kualitas pendidik bagi keberhasilan Sekolah Rakyat.
Ada satu informasi penting lagi yang berguna sebagai arah belajar. JDIH Kemensos menampilkan bahwa Keputusan Menteri Sosial Nomor 102/HUK/2025 tentang Pedoman Pengadaan Guru Sekolah Rakyat melalui Pengadaan Tingkat Instansi memang ada dan dipakai sebagai acuan pengadaan guru. Sejumlah ringkasan pendidikan yang mengutip pedoman ini menjelaskan bahwa pada pola 2025, integrasi hasil seleksi dibobot antara CAT BKN 50% dan seleksi tambahan 50%, dengan rincian psikotes 30%, Bahasa Inggris 10%, dan wawancara 10%. Karena rincian bobot ini saya dapat dari sumber sekunder yang merangkum pedoman, Anda sebaiknya menggunakannya sebagai patokan latihan, bukan sebagai jaminan teknis final 2026 sebelum dokumen resmi terbaru terbit penuh.
Kalau Anda ingin belajar efektif, pecah persiapan menjadi tiga bagian. Untuk psikotes, latih logika dasar, ketelitian, dan konsistensi jawaban. Untuk Bahasa Inggris, fokus pada reading comprehension sederhana, classroom instruction, vocabulary yang sering muncul di konteks sekolah, dan kemampuan memahami teks singkat dengan cepat. Untuk wawancara, siapkan jawaban yang konkret tentang alasan memilih Sekolah Rakyat, kesiapan ditempatkan di seluruh Indonesia, cara menghadapi peserta didik yang kesulitan, dan cara menjaga profesionalitas di lingkungan berasrama. Semakin konkret jawaban Anda, semakin kuat kesan yang dibangun
Kalau Anda ingin menyiapkan seleksi tambahan guru dengan latihan yang lebih fokus—psikotes, Bahasa Inggris, dan wawancara—kunjungi PijarASN.com lalu cek paket lengkapnya di https://pijarasn.com/pppksr2026.
